About these ads

Definisi, Fungsi dan Penjelasan Privatisasi BUMN dalam Perekonomian

BUMN LogoDefinisi Privatisasi  ( Menurut UU Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN ) adalah penjualan saham Persero (Perusahaan Perseroan), baik sebagian maupun seluruhnya, kepada pihak lain dalam rangka meningkatkan kinerja dan nilai perusahaan, memperbesar manfaat bagi negara dan masyarakat, serta memperluas saham oleh masyarakat.

Privatisasi dilakukan pada umumnya didasarkan kepada berbagai pertimbangan antara lain sebagai berikut :

•    Mengurangi beban keuangan pemerintah, sekaligus membantu sumber pendanaan pemerintah (divestasi).
•    Meningkatkan efisiensi pengelolaan perusahaan.
•    Meningkatkan profesionalitas pengelolaan perusahaan
•    Mengurangi campur tangan birokrasi / pemerintah terhadap pengelolaan perusahaan.
•    Mendukung pengembangan pasar modal dalam negeri.
•    Sebagai flag-carrier (pembawa bendera) dalam mengarungi pasar global.

Secara teori, privatisasi membantu terbentuknya pasar bebas, mengembangnya kompetisi kapitalis, yang oleh para pendukungnya dianggap akan memberikan harga yang lebih kompetitif kepada publik. Sebaliknya, para sosialis menganggap privatisasi sebagai hal yang negatif, karena memberikan layanan penting untuk publik kepada sektor privat akan menghilangkan kontrol publik dan mengakibatkan kualitas layanan yang buruk, akibat penghematan-penghematan yang dilakukan oleh perusahaan dalam mendapatkan profit.
Betapapun  secara teoritik-akademis, para ekonom sudah bersusah payah menjelaskan manfaatnya, privatisasi telah sangat menimbulkan aroma tak sedap. Masalahnya privatisasi telah dianggap sebagai obral asset pada asing. Lebih jauh, banyak orang telah melihat privatisasi dari kacamata politik dan kacamata uang (komisi). Padahal tujuan utama privatisasi adalah membuat usaha itu sendiri menjadi lebih sehat, karyawannya lebih sejahtera dan usahanya tidak menjadi beban negara.


Di seluruh dunia, privatisasi BUMN pada dasarnya didorong dua motivasi:
1. Keinginan menaikkan efisiensi karena buruknya kinerja sebagian BUMN. Dalam wacana teori ekonomi, hal ini secara normatif berasosiasi dengan beberapa teori klasik, seperti:


(1) X-efficiency, di mana BUMN memerlukan insentif di luar kompetisi;

(2) allocative efficiency (dengan pembahas pertama isu natural monopoly oleh John Stuart Mill, 1848), di mana pasar akan mendorong pencapaian efisiensi melalui persaingan; dan

(3) dynamic efficiency , di mana BUMN akan kian efisien jika manajemennya terdorong untuk melakukan inovasi.


2.  Privatisasi BUMN bisa dimaksudkan untuk membantu anggaran pemerintah dari tekanan defisit.

Saat Inggris memulai gelombang privatisasi BUMN di era PM Margaret Thatcher tahun 1979, mereka menggunakan hasil privatisasi BUMN top (British Airways, British Telecom, dan British Gas) untuk mengatasi krisis fiskal atau defisit anggaran (Iekenberry, 1990).

 

“Privatisasi BUMN yang Ideal”

Privatisasi dapat mendatangkan manfaat bagi pemerintah dan masyarakat Indonesia apabila setelah privatisasi BUMN mampu bertahan hidup dan berkembang di masa depan, mampu menghasilkan keuntungan, dapat memberdayakan usaha kecil, menengah dan koperasi serta masyarakat yang ada disekitarnya. Peningkatan kinerja BUMN diharapkan bukan hanya terjadi pada jangka pendek, tetapi juga pada jangka panjang. Untuk itu, fokus perhatian bukan hanya difokuskan pada perspektif keuangan saja, tetapi harus lebih komprehensif dengan memperhatikan perspektif pelanggan, proses bisnis internal, pertumbuhan, dan pembelajaran.
Dalam menjalankan tugasnya, manajemen BUMN dituntut untuk lebih transparan serta mampu menerapkan prinsip-prinsip good corporate governance. Manajemen BUMN harus sadar bahwa setelah privatisasi, pengawasan bukan hanya dari pihak pemerintah saja, tetapi juga dari investor yang menanamkan modalnya ke BUMN tersebut.
Pada tahun-tahun mendatang, BUMN akan menghadapi persaingan global, di mana batas wilayah suatu negara dapat dengan mudah dimasuki oleh produsen-produsen asing untuk menjual produk-produk dengan kualitas yang baik dan dengan harga yang sangat kompetitif. Oleh karenanya, BUMN harus meningkatkan kualitas produknya serta memperluas jaringan pasar, bukan hanya pada tingkat nasional tetapi juga di pasar global. Dengan privatisasi, terutama dengan metode strategic sale kepada investor dari luar negeri, diharapkan BUMN memiliki partner yang mempunyai akses yang lebih baik di pasar global. Kebijakan privatisasi seperti ini diharapkan dapat mendorong BUMN untuk mengembangkan jangkauan pasarnya di pasar luar negeri.
Disadari bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi terus berkembang. Pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi baru dalam proses produksi menghasilkan produk dalam tempo yang lebih cepat, dengan kualitas yang lebih baik, serta harga pokok yang lebih kompetitif. Dibidang pemasaran teknologi baru, khususnya teknologi informasi, dapat dipakai sebagai sarana strategis untuk menjalin hubungan yang lebih baik dan berkualitas dengan customer serta para supplier.

Privatisasi diharapkan dapat memperkenalkan ilmu pengetahuan dan teknologi baru kepada BUMN, sehingga BUMN akan mampu memberikan sarana kepada para karyawan untuk terus melakukan pembelajaran dan terus mengembangkan diri, sehingga mampu menghasilkan produk yang berkualitas, dengan harga yang kompetitif. Masuknya investor baru dari proses privatisasi diharapkan dapat menimbulkan suasana kerja baru yang lebih produktif, dengan visi, misi, dan strategi yang baru. Perubahan suasana kerja ini diharapkan menjadi pemicu adanya perubahan budaya kerja, perubahan proses bisnis internal yang lebih efisien, dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi baru yang diadopsi BUMN setelah proses privatisasi.

Satu hal yang tidak kalah pentingnya, privatisasi BUMN diharapkan dapat menutup defisit APBNHal ini berarti bahwa harga saham dan waktu merupakan dua variabel yang perlu mendapatkan perhatian besar dalam proses privatisasi BUMN. Harga saham harus diperhatikan dalam kaitannya untuk mengejar target perolehan dana dalam rangka menutup defisit APBN, namun di sisi lain terdapat kendala waktu, di mana privatisasi harus segera dilaksanakan.

Dengan adanya privatisasi diharapkan BUMN akan mampu beroperasi secara lebih profesional lagi. Logikanya, dengan privatisasi di atas 50%, maka kendali dan pelaksanaan kebijakan BUMN akan bergeser dari pemerintah ke investor baru. Sebagai pemegang saham terbesar, investor baru tentu akan berupaya untuk bekerja secara efisien, sehingga mampu menciptakan laba yang optimal, mampu menyerap tenaga kerja yang lebih banyak, serta mampu memberikan kontribusi yang lebih baik kepada pemerintah melalui pembayaran pajak dan pembagian dividen.

Selanjutnya berikut ini daftar lengkap Perusahaan BUMN Indonesia

About these ads

16 Tanggapan

  1. Salam Hormat,

    Bung Putra yang terhormat. Saya Steve Waramori dari Papua. Saat ini saya sedang mencari sumber dan atau referensi tentang Privatisasi berkaitan dengan niat saya untuk menerbitkan suatu buku yang berisi tentang Perjuangan Para Mantan Karyawan Privatisasi PT. Freeport Indonesia dalam menuntut hak-haknya di Pengadilan Hubungan Industrial. Tuntutan tersebut telah mendapat putusan pada tingkat kasasi yang menolak tuntutan para mantan karyawan privatisasi tersebut. Ada kemungkinan perjuangan para mantan karyawan privatisasi ini akan dilanjutkan lagi melalui pengadilan umum melalui Assosiasi Mantan Karyawan Privatisasi PT. Freeport Indonesia. Untuk sekedar bung ketahui bahwa privatisasi PT. Freeport Indonesia itu dilakukan pada tahun 1995. Saya sudah berupaya mencari dasar hukum pelaksanaan privatisasi PT. Freeport Indonesia pada tahun 1995 tapi saya tidak ketemu. Upaya pencarian dasar hukum privatisasi pada tahun 1995 inilah yang membawa saya masuk ke situs/blog bung ini. Saya tertarik dengan tulisan ini dan ingin mengutip tulisan ini secara keseluruhan dan masukan kedalam buku saya pada bagian pendahuluan tentang Pengertian Privatisasi. Untuk itu saya berkehendak Memohon Ijin bung untuk maksud saya ini. Jika bung perkenankan dan atau memberikan ijin, maka saya mohon petunjuk tentang sumber kutipan tulisan bung ini. Apakah saya hanya menulis dikutip dari Putra Center ? Terimakasih.

  2. @ Steve : Baiklah silahkan bung Steve kutip tulisan sy. Sy dukung pembuatan buku anda. Tapi mohon anda cantumkan dengan LENGKAP ya sebagai Berikut :

    Penulis : Devy Putra. Penggiat Ekonomi dan Perencanaan Wilayah & Kota
    Email : devy.putra@gmail.com
    Website : http://putracenter.wordpress.com/2009/11/10/definisi-dan-fungsi-privatisasi-bumn-dalam-perekonomian/

    Thanks

  3. tulisanya bagus sekali saya ambil yah buat tambahan bahan karya tulis saya ,,
    nanti saya akan lampirkan sumbernya,, terima kasih

  4. kurang akurat tentang Bumn hrusya lbih jelas lagi

  5. Bung Waramori, untuk lengkapnya bisa dilihat disini. (sebuah paper dari tahun 2002) http://www.fiskal.depkeu.go.id/webbkf/kajian%5CPurwoko-61.pdf . Paper ini ditulis oleh Bpk Purwoko, SE, MBA.

  6. Salam,

    Saya sangat berterimakasih atas ijin dari bung Devy. Saya akan cantumkan identitas bung secara lengkap sebagaimana yang bung kehendaki.

    Trimakasih juga untuk Kesyhia atas kepeduliannya untuk menolong saya dalam penambahan referensi yang ditulis oleh bapak Purwoko, SE, MBA.

  7. terima kasih banyak sudah berbagi,.
    moga sukses selalu.

  8. Terima kasih banyak, jadi ngerti tentang privatisasi bumn nih :D

  9. Salam hormat Om Putra.
    Saya pelajar SMA di salah satu kota di jawa tengah. saya meminta izin untuk mengutip beberapa dari artikel ini untuk melengkapi tugas mapel ekonomi. SAya harap kemurah hati an om untuk mempersilahkan saya mengutip. Saya akan mencantumkan nama Anda. terima kasih.

  10. Salam,
    sya minta izin mengutip artikel utk referensi tugas.
    trima kasih sudah berbagi.
    sukses selalu.

  11. Privatisasi merupakan istilah yang manis dari upaya penguasaan milik negara oleh pihak lain. Agar privatisasi terlihat dapat merupakan solusi yang baik, maka disusunlah bahasa yang apik, yang dapat memikat banyak orang.

    Namun menurut pendapat saya, sebaik apapun uraian tentang privatisasi, tetaplah pada intinya adalah penjualan aset negara, baik sebagian, maupun seluruhnya, kepada pihak lain, entah itu swasta dalam negeri, rakyat secara perorangan, maupun asing.

    Karena itu privatisasi tetaplah tidak baik, karena ada unsur pengalihan kepemilikan.

    Karena itu semua upaya melegalkan privatisasi sebaiknya dijauhi dan dicegah. Kalau terjadi ketidakberesan pengelolaan menejemen, solusinya adalah dengan mengganti jajaran menejemen, bukan dengan mengalihkan kepemilikan.

  12. teu ngarti ah.

  13. Permisi, artikelnya bagus, ijin mengutip untuk bahan tugas saya. terima kasih :)

  14. saya setuju dengan Drs sudarsono tentang mengganti jajaran menejemen, bukan dengan kepemilikan dikarenakan saya sebagai bangsa indonesia yang bangga akan perusahaan asli milik Indonesia dan di pegang oleh pemerintah yang jujur dan transparan

  15. Saat ini PT PLN persero tengah didorong utk mnjadi privatisasi, tetapi dri kalangan serikat pekerja PT PLN persero menolak itu karna akan menimbulkan ketidakadilan bagi para pegawai, disebut kan privatisasi utk mengurangi beban pemerintah, apakah bs diterapkan pada PT PLN? Sedangkan syarat go publik itu tidak mendapatkan subsidi dr pemerintah, kalau subsidi di cabut maka TDL otomatis harus naik, dan akan berdampak pada smua sktor, dan privatisasi jga memunculkan persepsi investor baru harus meningkatkan efisiensi agar mndapatkan laba,nanti nya kesejahteraan karyawan akan ditekan, sebagai tmpat ajang korupsi jga bagi para investor baru,mohon tanggapan nya

  16. Permisi kak, saya copy teks ya untuk referensi makalah privatisasi bumn. saya butuh informasi yang lebih jelas dari berbagai sumber. terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 369 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: